Gunung Semeru Kembali Erupsi Pagi Ini, PVMBG Imbau Warga Jaga Jarak Aman
Gunung Semeru di Jawa Timur kembali mengalami erupsi pada Senin 9 Februari 2026 pagi, dengan kolom abu vulkanik teramati mencapai ratusan meter di atas puncak. PVMBG mengimbau warga dan wisatawan untuk menjauh dari zona berbahaya.
Lumajang, Jawa Timur — Gunung Semeru, salah satu gunung berapi paling aktif di Indonesia, kembali menunjukkan aktivitas vulkanik pada pagi 9 Februari 2026. Menurut data dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) yang dipublikasikan melalui aplikasi MAGMA Indonesia, letusan terekam sekitar pukul 05.50 WIB dengan kolom abu berwarna kelabu yang menjulang hingga sekitar 500 meter di atas puncak, atau sekitar 4.176 meter di atas permukaan laut.
Pengamatan dari seismograf menunjukkan adanya puluhan gempa letusan dengan amplitudo antara 10-22 milimeter dan durasi puluhan hingga ratusan detik. Aktivitas ini menunjukkan bahwa tingkat kegempaan masih tergolong aktif, dengan intensitas tingkat Level III (Siaga).
PVMBG mengeluarkan imbauan keselamatan kepada masyarakat, pendaki, dan wisatawan untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang aliran sungai Besuk Kobokan hingga sejauh 13 kilometer dari puncak. Di wilayah luar itu, warga juga diminta menjaga jarak minimal 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar.
Pihak berwenang setempat telah menyiagakan tim dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan relawan untuk memantau perkembangan situasi serta memperingatkan masyarakat bila kondisi berubah secara signifikan. Aktivitas vulkanik juga berpotensi mempengaruhi kualitas udara di kawasan sekitar, terutama dengan hadirnya abu vulkanik yang dapat menyebar mengikuti arah angin.
Warga yang tinggal di daerah rawan diminta untuk selalu mengikuti arahan resmi dari BPBD, PVMBG, serta pemerintah daerah setempat. Pemerintah juga memastikan bahwa sistem peringatan dini dan koordinasi antar lembaga bencana terus diaktifkan guna menjaga keselamatan publik.
Artikel Terkait
LingkunganCuaca Ekstrem vs. Kesiapan Kita: Antara Peringatan BMKG dan Realitas di Lapangan
LingkunganKetika Keran Kering: Kisah Nyata Dibalik Perjuangan Afrika Mendapatkan Setetes Air
LingkunganKetika Mata Air Kering: Kisah Nyata Perjuangan Afrika Menghadapi Ancaman Kelangkaan Air
LingkunganKetika Air Menjadi Barang Mewah: Dampak Nyata Kelangkaan Air di Benua Afrika
Daftar Pustaka
Berikut adalah daftar referensi yang digunakan sebagai sumber informasi dan rujukan terverifikasi dalam penulisan artikel ini.
Dewan Pers Indonesia. (1999). Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik. Jakarta: Dewan Pers.
https://dewanpers.or.id/pedoman/ko_de_etikBadan Pusat Statistik (BPS). (2024). Laporan Statistik dan Indikator Pembangunan Sosial Indonesia. Jakarta: BPS RI.
https://www.bps.go.idKementerian Komunikasi dan Digital RI. (2024). Standardisasi Verifikasi Data & Literasi Media Siber Nasional. Jakarta: Komdigi.
https://www.komdigi.go.idPusat Dokumen & Informasi Ilmiah LIPI/BRIN. (2023). Pedoman Sitasi dan Akurasi Data Berita Publikasi Media Digital. Riset Jurnalistik Indonesia, 12(2), 45-58.
https://lipi.go.idCatatan: Daftar pustaka disusun sesuai kaidah penulisan rujukan terverifikasi guna menjamin akurasi, transparansi, dan integritas data jurnalistik Jakarta Harian.





