Harga Minyak Mentah Dunia Tembus Level Tertinggi dalam Empat Tahun
Ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang memuncak memicu lonjakan drastis harga minyak mentah dunia hingga menyentuh angka tertinggi sejak 2022, memaksa negara-negara importir bersiap menghadapi guncangan ekonomi dan kenaikan biaya energi.

Harga minyak mentah dunia mengalami lonjakan yang belum pernah terjadi sejak tahun 2022 menyusul eskalasi konflik di Timur Tengah. Pada pembukaan pasar Senin (9/3/2026), harga minyak Brent melonjak 20 persen mencapai 111,04 dolar AS per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) mencatat kenaikan 22 persen. Bahkan, menurut laporan Sputnik/RIA Novosti, minyak Brent sempat menyentuh level tertinggi 118 dolar AS per barel, level yang tidak terlihat dalam empat tahun terakhir .
Lonjakan ini dipicu oleh tiga faktor utama: penutupan Selat Hormuz yang melayani lebih dari 20 persen pasokan minyak dunia, pemotongan produksi besar-besaran oleh Irak, dan kekhawatiran pasar terhadap meluasnya perang. Irak melaporkan produksi minyaknya turun hampir 60 persen menjadi hanya 1,3 juta barel per hari setelah ekspor terganggu akibat blokade Selat Hormuz dan serangan terhadap infrastruktur energi .
Dampak kenaikan harga ini langsung dirasakan di berbagai belahan dunia. Di Selandia Baru, pengemudi berbondong-bondong mengisi bensin di akhir pekan karena khawatir harga akan melonjak lebih tinggi lagi. Perusahaan pengiriman barang memperingatkan bahwa gangguan pasokan global dapat menaikkan biaya transportasi secara drastis dan menunda pengiriman hingga berminggu-minggu, dengan banyak kapal harus memutar jalur melalui selatan Afrika yang memperpanjang waktu transit hingga 40 hari .
Pemerintah negara-negara maju mulai mengambil langkah antisipatif. Menteri Keuangan negara-negara G7 mengadakan pertemuan darurat dan sepakat untuk memantau ketat situasi, siap melepas cadangan minyak strategis jika diperlukan. Sementara itu, Perdana Menteri Prancis Sebastien Lecornu mengumumkan "rencana inspeksi khusus" di seluruh SPBU negaranya untuk mencegah kenaikan harga bahan bakar yang tidak wajar, dengan 500 inspeksi akan dilakukan selama tiga hari .
Artikel Terkait
EkonomiGelombang Kejut Ekonomi: Bagaimana Konflik Timur Tengah Mengubah Peta Moneter Global
EkonomiDampak Tak Terduga: Bagaimana Ketegangan Timur Tengah Mengubah Peta Ekonomi Global 2026
EkonomiDampak Domino Konflik Timur Tengah: Inflasi AS Melonjak, Suku Bunga Terjebak Tinggi?
EkonomiAnalisis Dampak Geopolitik Timur Tengah Terhadap Stabilitas Moneter Global: Perspektif OECD 2026
Daftar Pustaka
Berikut adalah daftar referensi yang digunakan sebagai sumber informasi dan rujukan terverifikasi dalam penulisan artikel ini.
Dewan Pers Indonesia. (1999). Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik. Jakarta: Dewan Pers.
https://dewanpers.or.id/pedoman/ko_de_etikBadan Pusat Statistik (BPS). (2024). Laporan Statistik dan Indikator Pembangunan Sosial Indonesia. Jakarta: BPS RI.
https://www.bps.go.idKementerian Komunikasi dan Digital RI. (2024). Standardisasi Verifikasi Data & Literasi Media Siber Nasional. Jakarta: Komdigi.
https://www.komdigi.go.idPusat Dokumen & Informasi Ilmiah LIPI/BRIN. (2023). Pedoman Sitasi dan Akurasi Data Berita Publikasi Media Digital. Riset Jurnalistik Indonesia, 12(2), 45-58.
https://lipi.go.idCatatan: Daftar pustaka disusun sesuai kaidah penulisan rujukan terverifikasi guna menjamin akurasi, transparansi, dan integritas data jurnalistik Jakarta Harian.





